7Ganasnya sang raja siang tak membuat kami takut dan mundur. Kami langkahkan kaki , kami telusuri setiap jalan dengan kardus yang berada didekapan.

Kami bukan pengemis yang berharap belas kasih, kami hanyalah relawan yang sedang menawarkan tiket masuk menuju syurga dengan cara bersedekah.

5Kami ingin membantu saudara kita semua yang bernama Taufan yang divonis dokter mengidap penyakit TBC Tulang.

Memang tak mudah mengajak orang-orang dalam kebaikan khususnya untuk bersedekah, walau mereka tahu yang kami tawarkan adalah tiket masuk menuju syurgaNya Allah. Namun, mengapa begitu beratnya bagi mereka menyisihkan sebagian rezekinya untuk disedekahkan.

6Walau tak banyak yang memberi namun kami tak pernah menyerah. Sampai dipersimpangan jalan ada seorang pengamen yang menghentikan langkah kami, pengamen itu merogoh sesuatu dari dalam sakunya. Subhanallah dia menyedekahkan sebagian uang yang ia miliki, walau nilainya tak seberapa namun pengamen itu memberi pelajaran tersendiri untuk kami. Jikalau dipikir-pikir pengamen itu pun masih hidup dalam kekurangan

“Doa dari kami untukmu pengamen mulia, semoga Allah mengangkat derajatmu, semoga Allah melimpahkan rezeki yang berlimpah padamu dan semoga doa kami diijabah. Aamiin Allahumma Aamiin”

Jam menunjukan pukul 16:30 WIB. Pancaran sinar sang raja siang pun telah menjinak. Dan kami masih berdiri dengan kokoh ditengah keramaian orang dengan kendaraan yang berlalu lalang.

Kami rasa penawaran tiket menuju syurganya Allah sudah cukup dan kami sudahi ketika jarum jam berada diangka 17:00 WIB. Dan Alhamdulillah aksi hari ini membuahkan hasil walau tak seberapa semoga lain waktu lebih dari ini. Dan lebih banyak lagi orang yang mau masuk syurganya Allah dengan bersedekah.

Terimakasih kami ucapkan untuk kalian semua yang telah membeli tiket menuju syurga dengan cara bersedekah. Uang ini 100% kami berikan kepada yang berhak menerimanya yaitu mas Taufan.

Jazakumullah khair.

#Laskar Sedekah Bekasi

(Alif Ba Ta)