Kehadiran buah hati menjadi dambaan setiap pasangan suami istri. Tentu yang diharapkan adalah anak yang sehat, lantas bagaimana jika anak yang dilahirkan dalam kondisi kurang sempurna.

Itulah yang dialami oleh seorang ibu di dusun Sukoponco, Sukoreno, Sentolo, Kulonprogo. Sejak umur 4 bulan anak yang diberi nama Agastha ini divonis menderita Hidrocephalus. Penderitaan beliau belum sampai sini karena setelah anak tersebut lahir, suaminya meninggalkan beliau begitu saja entah kemana.

Walaupun begitu, beliau merawat Agastha dengan penuh kasih sayang hingga saat ini berumur 16 bulan. Dan pada bulan Februari kemarin, Agastha telah menjalani operasi pemasangan selang.

Pad hari Sabtu (7/4) kami menyerahkan sedekah berupa uang tunai Rp 1.500.000 kepada beliau agar bisa dipergunakan untuk pengobatan Agastha. Tetapi perjalanan belum berakhir di sini.

Saat akan berpamitan pulang, ternyata adik Agastha sedang dalam kondisi yang kurang baik, hal ini sudah berlangsung selama dua hari. Sehingga saat itu juga kami bersama keluarga memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit PKU Muhammadiyah kota Jogja, tempat biasanya dia berobat.

Mobil pun kami pacu sedikit lebih kencang agar bisa segera sampai rumah sakit. Perjalanan dari Sentolo menuju kota Jogja memakan waktu hampir satu jam. Akhirnya sekitar pukul 15.00 kami sampai di rumah sakit dan buru-buru mengantarkan Agastha ke ruang UGD agar segera mendapat pertolongan medis. Alhamdulillah semua ini kami lalui dengan lancar dan tanpa halangan.

Inilah petualangan kami hari ini mulai dari Seyegan hingga Sentolo, Kulonprogo. Dari Agastha dan ibunya kami belajar bahwa dalam keadaan apapun kita harus senantiasa bersabar dan bersyukur. Bukankah Allah sudah berjanji bahwa orang yang selalu bersyukur akan ditambah nikmatnya.

Terima kasih kepada semua pihak yang membantu kelancaran kegiatan ini, semoga Allah senantiasa memberikan balaskan kebaikan kepada kita semua. Aamiin

 

Anakku Tersayang Terlahir Tak Sempurna

Anakku Tersayang Terlahir Tak Sempurna