1

Jarum jam hampir menyentuh angka 9, kami bersiap-siap untuk memulai eksekusi sedekah. Tetapi Seorang ibu telah menunggu kami di depan omah laskar dan beliau adalah target pertama hari ini. Beliau memang kami minta untuk datang ke omah laskar karena jarak rumahnya yang dekat.

Beliau mempunyai anak yang masih SMA dan sangat membutuhkan biaya untuk daftar ulang tahun ajaran baru. Sedangkan di sisi lain, tanpa pekerjaan yang tetap, beliau harus menghidupi lima orang anak yang masih sekolah tanpa ada suami di sisi.

Dan akhirnya uang sejumlah Rp 1.410.000 kami serahkan kepada beliau untuk melunasi biaya tersebut. Air mata pun mengalir perlahan membasahi wajahnya.

Anak ibu tersebut bernama Nur Endah Handayani yang beralamat di Mandungan 1, Margoluwih, Seyegan dan bersekolah di salah satu Madrasah Aliyah Negeri di Sleman kelas XII.

Lalu perjalanan pun kami mulai di dusun Klaci 1, Margoluwih, Seyegan. Target kami bernama Mbah Ngarti Mulyo (70). Di usia senjanya beliau harus merasakan berbagai macam penyakit yang mendera tubuhnya sehingga seluruh aktivitas dilakukannya di atas tempat tidur. Beliau juga beliau harus menjalani cuci darah dua kali seminggu.

2

Akhirnya sedekah Rp 500.000 kami serahkan kepada beliau agar bisa membantu meringankan biaya pengobatannya.

Perjalanan kami lanjutkan sedikit bergeser ke utara di dusun Klinyo, Margoluwih, Seyegan. Kami menemui Mbah Mugi Utomo. Beliau menderita sakit paru-paru. Dan istrinya sudah tidak kuat untuk berjalan agak jauh. Beliau tinggal bersama satu orang anak yang juga sering sakit. Sebenarnya beliau punya banyak anak akan tetapi sebagian besar merantau dan jarang pulang.

3

Sedekah Rp 1.000.000 kami serahkan kepada beliau agar bisa meringankan beban hidup keluarganya.

Lalu perjalanan kami mulai kembali menuju ke dusun Nangsri lor, Girikerto, Turi, Sleman. Target selanjutnya adalah seorang simbah bernama Joyitno (90). Pada 26 Juni kemarin rumahnya habis terbakar sesaat setelah beliau memanaskan sayur di pagi hari. Beliau tinggal dengan seorang anaknya yang menderita keterbelakangan mental. Dan syukur Alhamdulillah mereka berdua selamat dari musibah tersebut.

4

Akhirnya warga setempat berinisiatif untuk membangunkan kembali rumah untuknya. Biaya yang dibutuhkan sejumlah 15 jutaan dan baru terkumpul 11 jutaan. Dan kami pun menitipkan uang kepada Pak Dukuh sejumlah Rp 2.000.000 untuk membantu kebutuhan Mbah Joyitno.

Itulah sedikit cerita eksekusi kami hari Sabtu kemarin. Semoga semua langkah kaki ini bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan. (imam)

Selengkapnya saksikan di video berikut ini.