Kasih ibu kepada beta
tak terhingga sepanjang masa
hanya memberi tak harap kembali
bagai sang surya menyinari dunia.

Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Dan setiap tahun sekali tepatnya 22 Desember diperingati sebagai hari ibu padahal seorang ibu sendiri memperingatinya setiap hari. Karena setiap hari pula kasi sayangnya kepada anak dan keluarganya mengalir tanpa pernah putus.

Gambaran ini juga yang diperlihatkan kepada kami pada Sabtu pagi (6/1) ini. Di tengah langkah kami terhenti di Jl. Bantul utara pos polisi Cepit. Di barat jalan tampak seorang ibu duduk lesehan menggendong anaknya sambil berjualan aksesoris berupa jepitan ramput, sisir, dan semacamnya. Barang dagangan yang jumlahnya tak seberapa dengan harga yang murah pula tentu hasil yang beliau dapat juga tak seberapa.

Dari wawancara singkat yang kami lakukan beliau bernama Ibu Desi yang beralamat di Kalangan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Setiap hari dari rumahnya di dekat obyek wisata Gua selarong beliau mengayuh sepeda dengan menggendong anaknya menuju ke Jl. Bantul untuk berjualan. Dari obrolan ini pula diketahui jika beliau harus menghidupi keempat anaknya yang masih kecil untuk membantu suaminya yang bekerja serabutan. Akhirnya tanpa pikir panjang kami menyerahkan sedekah sebesar Rp. 1.000.000 kepada beliau, itu pun beliau masih sempat menolak walaupun akhirnya beliau terima.

Silahkan kepada teman-teman semua yang lewat Jl Bantul utara pos polisi Cepit untuk berhenti sejenak membeli dagangan beliau walaupun tak butuh tetapi niatkan sebagai sedekah.

Hari ini kami telah diperlihatkan contoh nyata perjuangan seorang ibu yang bagai sang surya menyinari dunia dan hanya memberi tak pernah harap kembali.

Terima kasih semoga bermanfaat.