Sebagai seorang anak, sudah menjadi kewajiban kita untuk berbakti pada orangtua. Terlebih lagi jika orangtua kita sudah berusia lanjut, dimana biasanya kondisi tubuh mereka mulai lemah dan sakit-sakitan. Untuk itu, Orang tua adalah manusia yang paling berhak mendapatkan dan merasakan ‘budi baik’ seorang anak, dan lebih pantas diperlakukan dan dirawat secara baik oleh si anak. Namun tidak demikian yang dialami oleh Mbah Suharno (80 tahun ) warga Kedung Mundu Semarang.

Meski tinggal satu rumah yang layak bersama anak dan menantunya, beliau harus berjuang menghidupi diri sendiri dan menghidupi istrinya yang sudah tak bisa apa apa, anak dan menantunya tak pernah memperhatikannya, tak jarang beliau sampai meminta minta tetangga atau mengemis dari rumah ke rumah hanya untuk mendapatkan sebungkus nasi buat mengganjal isi perutnya yang kosong karena kelaparan.

Tanggal 03 Mei 2016 kemarin Laskar Sedekah kembali memberikan Amanahnya kepada Mbah Suharno berupa sembako senilai Rp150.000,- dan uang tunai sebesar Rp.400.000,-

Semoga bantuan tersebut sedikit membantu meringankan beban mbah suharno.

030516
“Orang tua adalah ‘pintu pertengahan’ menuju Surga. Bila engkau mau, silakan engkau pelihara. Bila tidak mau, silakan untuk tidak memperdulikannya.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan beliau berkomentar, “Hadits ini shahih.” Riwayat ini juga dinyatakan shahih, oleh Al-Albani.) Menurut para ulama, arti ‘pintu pertengahan’, yakni pintu terbaik.