Yogyakarta. Kamis, 25 juni 2015 ba’dha ashar para pasukan mulai berdatangan dan berkumpul di beskem LS untuk segera berangkat safari takjil. Kami berangkat menggunakan dua mobil kebanggaan LS, menuju suatu tempat di dusun daratan 3, Sendangarum, Minggir, Sleman. Perjalanan menuju ke arah barat dari omah laskar sekitar 10 km. Tidak terlalu jauh memang dan tidak memakan waktu lama, tidak lebih dari setengah jam kami telah sampai. Masjid Al-Hidayah tujuan kami, sebenarnya masjid ini terletak dipinggir jalan besar, namun terhalangi oleh gedung sekolah. Sehingga tidak terlihat jika ada masjid disana.

10492579_690690154397507_661015043161817569_n

Sesampainya disana, ada suasana yang tak biasa, yang membuat kami bertanya-tanya. Kemanakah jamaahnya? Taaraaa… Padahal waktu sudah menunjukkan sebentar lagi berbuka. Sedaritadi kami hanya disambut oleh seorang warga yang juga pengurus masjid itu, beliau kemudian bercerita banyak tentang warganya kepada kami.  Beliau banyak berkisah mengapa jamaah masjid tersebut hanya terbatas jumlahnya.

Kamipun akhirnya memahami, beliau bercerita bahwa dulunya dusun itu mayoritas beragama islam, tetapi sejak tahun 1965 semuanya mulai berubah. Bersamaan dengan munculnya PKI, mereka yang beragama islam dicap dan dilabeli sebagai seorang komunis. Sehingga para muslim di dusun itu ketakutan dan mengambil jalan pintas yakni dengan berpindah agama. Hingga saat ini hanya sekitar 50an orang atau tidak lebih dari 30 KK yang tetap berpegang teguh pada agama islam. Dusun yang tadinya mayoritas islam kini menjadi minoritas.

11059446_690690171064172_3024121265406769819_n

Masih banyak lagi yang beliau kisahkan kepada kami para pasukan laskar sedekah. Cerita yang membuat kami miris, dan dari cerita beliau membuat kami terbangun dan tersadar dari kelalaian kami. Tidak mudah bagi mereka untuk tetap bertahan dan berpegang teguh pada Agama ini, banyak hal, kejadian, peristiwa yang bahkan membuat mereka hampir meyerah.

Akhirnya, beberapa menit sebelum berbuka para warga mulai berdatangan dan memang benar tidak banyak warga yang datang, ya memang karena jumlah mereka tidak banyak. Sedikit sambutan dan pengenalan tentang laskar sedekah juga pemberian paket pendidikan dan lainnya telah tersampaikan. Ba’dha maghrib kami dan semua pasukan berpamitan untuk kembali ke rumah masing-masing. Dengan bekal pengalaman yang sangat berharga, hari itu. Semoga Allah menguatkan imanku, imanmu dan iman kita semua. Dan semoga Allah senantiasa menjaga kita dari kemurtadan dan menetapkan kita untuk tetap berjalan dijalanNya.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al Baqarah ayat 217 yang artinya : “Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah[134]. Dan berbuat fitnah[135] lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

(Luluk)