8

Taufan Novrianto itulah nama yang diberikan kedua orangtuaku tepat pada hari kelahiranku. Mereka berharap nama itu akan menjadi doa untukku.

Aku terlahir dari rahim seorang wanita yang luar biasa, dialah malaikat duniaku yang Allah kirimkan sebagai penyempurna dikehidupan. Dan malaikat itu bernama siti maemunah, dari rahimnya lahirlah dua putra aku dan kakak ku.

1Selepas kepergian ayahanda, dan sejak kakak ku menikah, kini aku tinggal di Kp. Selang Cau RT. 04/013 Ds. Wanasari Cibitung, Kab. Bekasi aku tinggal bersama malaikat dunia yang aku panggil dengan sebutan “IBU”. Aku menggantikan ayah menjadi tulang punggung keluarga.

Bersama ibu aku habiskan waktu dibawah atap sederhana, kontrakan sederhana yang telah lama kami huni. Tak ada tempat lain hanya itulah satu-satunya yang mampu kubayar setiap bulannya meski kebanyakan orang berkata kontrakan itu kurang layak pakai namun apa daya.

2Aku dan ibu tak berharap rumah mewah dan megah, hanya rumah sederhana yang mampu melindungi kami dari hujan dan terik matahari.

Hari demi hari kami lewati, hingga suatu ketika aku merasa ada yang berbeda dalam diriku. Kakiku mulai kram, ku pikir itu hanya kesemutan biasa namun menjelang hari ke 14, rasa kesemutan itu masih terasa dan tak ada perubahan. Lama kelamaan kakiku mulai mati rasa, mulai terasa lemas dan tak sekuat dulu.

3 bulan sudah gejala itu kurasa, dan hingga akhirnya aku mengalami kelumpuhan pada kakiku, lumpuh total, kelumpuhan ku memaksaku untuk berhenti bekerja.

3Dokter memvonisku mengidap penyakit TBC Tulang dan diharuskan segera dioprasi dan memasang Pen permanen.

Biaya operasi yang sangatlah mahal membuatku putus asa dalam menjalani hidup. Dari mana harus kucari uang sebanyak itu sedangkan untuk makan sehari-hari aku dan ibu hanya berharap belas kasih dari tetangga terdekat.

Apakah maksud Sang Pencipta memberi cobaan yang begitu berat, aku mencoba untuk tegar aku yakin masalah datang karena adanya suatu alasan.

Namun, tak dapat kupungkiri rasa sedih dan iba terhadap ibu, diusianya yang tak lagi muda dia harus mengurusku layaknya seorang balita, itu semua karena kelumpuhan pada kaki ku.

4

Tuhan aku menunggu keajaiban doa.

Aku menunggu mukjizat darimu.

Aku berharap kesembuhan.

Aku berharap layaknya harapan meminta pelangi datang ditengah hujan badai.

Ku yakin tak ada yang tak mungkin,

Tuhan inilah surat cinta dariku untuk mu sang maha cinta pemilik dunia dan isinya.

—————————————————————————————————————————————–

Info Donasi Untuk Mas Taufan :

SMS/ WA : 0857 1712 5383 | BBM : 73C9ECAE | Twitter :  @LSBekasi | Facebook : Laskar Sedekah Bekasi

Laskar Sedekah Bekasi

(Alif Ba Ta)