Apa yang kau rasakan jika hidupmu seorang diri tanpa anak, pendamping, saudara, apalagi family?… Ditambah dengan tenaga yang kian berkurang…

Dia Mbah Awi, hidup menduda tanpa keturunan… Sebenarnya Mbah Awi masih mempunyai saudara, namun mereka tinggal nun jauh disana, dan hanya mengunjunginya saat hari Raya Idul Fitri.

Sehari-hari Mbah Awi berjualan cilok dan es di salah satu Sekolah Dasar. Walau tenaganya berkurang, beliau masih rutin mengerjakan sholat lima waktu… Rumah di Jl. Irigasi Mangkang yang menjadi tempat beristirahatnya jauh dari kata “layak”. Bangunan seadanya itu berdiri di tanah wakaf dan dibangun atas bantuan perangkat desa setempat.

Allah telah mempertemukan Mbah Awi dengan salah satu pasukan LS Semarang. Dan kamis, 30 Desember 2015. Bantuan diberikan kepada Mbah Awi berupa paket sembako dan uang tunai Rp 200rb.

5ok

Air mata jatuh di pelupuk mata Mbah Awi kala menerima bantuan tersebut. Ucapan terima kasih terdengar disela isak tangisnya…

Kami berdoa, semoga apa yang Mbah Awi rasakan di dunia sebagai obat untuk kebahagiaannya di sana… Aamiin Ya Rabb..

“Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan pada seorang hamba yang lebih luas baginya dari pada sabar”. (HR.Al-Hakim)

LS Semarang: Salam ACTION !!!