Tidak ada yang bisa bertahan bila tinggal dalam kegelapan, apalagi saat malam menjelang.

Berbeda dengan Pak Sumiran, yang sepertinya Ia telah terbiasa dengan keadaan tersebut.

Pak Sumiran tinggal seorang diri di sebuah gubung berukuran 1,5×2,5M yang sekelilingnya masih pelataran sawah.

Tanpa listrik….dan dindingnya berupa anyaman bambu….

Saat malam menjelang lampu minyak yang menjadi penerangnya.

 Keadaan fisik dan kondisnya sungguh membuat miris…karena ternyata Bapak Sumiran telah lumpuh, dan sehari-hari kadang hanya ketela di sekitar gubugnya yang menjadi pengganjal perutnya.

 gp

Sehari setelah Laskar Sedekah menengok keadaan Bapak Sumiran, kami langsung melakukan action di wilayah gunung pati, pada hari Sabtu 27 Februari 2016, dengan memberikan uang santunan sebesar Rp. 300 ribu, paket sembako dan tak lupa beberapa pakaian hangat yang dibutuhkan oleh Bapak Sumiran.

 Ungkapan terima kasih dari Bapak Sumiran disampaikan untuk pendekar dan pasukan LS, dan tak lupa Bapak Sumiran pun turut mendoakan agar pasukan dan pendekar Laskar Sedekah dimudahkan dalam segala urusan dan bagi yang masih single segera didekatkan dengan jodohnya….Aamiin Ya Rabb..

 ??Semoga masih ada orang-orang baik yang peduli dengan keadaan Bapak Sumiran..