Ibarat kertas…, apabila kita telah melakukan kesalahan, cela nya masih membekas…seperti kertas yang kita remas..
Ibarat kertas…, apabila kita berlaku baik pada sesama, walau hanya sebuah kertas yang ditulis dengan tinta, akan tetap terlihat indah.

Pada selembar kertas, seorang anak penyandang difabel yang sempat didampingi oleh Laskar Sedekah Semarang memberi sepucuk surat kepada seorang pasukan…

Surat sederhana namun sarat dengan makna dan doa yang menyentuh hati…

Wahyu Istiqomah (13 tahun) yang beralamat di Kupang Tegal Ambarawa adalah pasien dampingan Ambulance LS.
Kala itu hari beranjak siang dan jatuh pada tanggal 28 April 2016.
Ia menderita kelumpuhan pada kaki dan tangan kanan dan harus melakukan kontrol di salah satu Rumah Sakit Semarang.

Untaian doa yang tersalurkan lewat secarik kertas pada tanggal 2 Mei 2016 ini membawa energi positif bagi yang membaca terkhusus bagi pasukan LS.

Bukan bermaksud riya…namun sebagai cambuk semangat agar kami terus berusaha memberikan yang terbaik bagi sesama saudara kami.
Bukan pula bermaksud sombong…karena kami sadar, jalan yang kami tempuh ini tidak terlepas dari kuasaNya dan pantauanNya.

020516b

Kepada adinda Isti…semoga apa yang menjadi harapan dan do’a mu didengar oleh Nya..
Kami yakin, setiap doa yang terkabul berkatmu tentu Allah akan terlebih dahulu mengabulkan do’a-do’a untukmu sebelum mengabulkannya untuk kami…

Peluk dan cium kami untukmu..
Semarang, 5 Mei 2016

Laskar Sedekah Semarang.