artikel lsj

Berbagi Untuk Ketaatan

 

Dalam kehidupan pastilah ada sebuah pilihan. Dan setiap manusia berhak memilih jalan hidupnya masing-masing. Bahagia atau sedih, baik atau buruk, kaya atau miskin itulah standar pilihan yang akan kita pilih tuk menghabiskan masa hidup kita di dunia. Ketika memilih untuk mengisi hari-hari kita dengan kegiatan yang positif, pastilah ada harapan yang sekiranya mampu menjadi motivasi untuk tetap dan terus merasakan nikmatnya syukur kepada Sang Pemilik Alam Semesta.

Berbeda dengan hal-hal yang negatif. Mungkin ada pula harapan yang selalu menjadi angan dalam benak kita. Tetapi ketahuilah, Dia Yang Maha Tahu tentu lebih paham yang manakah yang terbaik untuk kita. Sehingga angan yang tercipta hanyalah semu belaka bahkan bisa menjadi petaka.

Ketika kita mulai untuk terjun dan menyelami dalamnya laut cintaNya, tentu akan kita temukan jawaban dari “mengapa Dia berikan apa yang kita butuhkan , bukan apa yang kita inginkan?”. Sekiranya madu yang terbaik selalu menjadi pemanis dalam setiap masakan, maka tak sedaplah rasa yang akan disajikan. Nikmatnya rasa itu ketika dicampurlah semua rasa yang Dia ciptakan. Ada manis, asam, asin, pedas, pahit, gurih, segar semuanya berpadu dalam semangkuk sajian yang bernama “Kehidupan”. Yang akan mengenyangkan bagi siapa yang tak merasa kelaparan. Terasa nikmat bagi siapa yang menyantapnya dengan penuh keikhlasan. Dan yang beruntung bagi siapa yang tak hanya menyantapnya sendirian.

 

Allah…

Dengan caramu Kau pertemukan kami yang berbeda di atas sajadah cinta keikhlasan. Tak kenal rupa bukan masalah yang serius tuk tetap menjadi pahlawan. Mungkin kami bukanlah yang terbaik, tapi tak melemahkan semangat kami tuk terus berbuat kebaikan. Kau perlihatkan kepada kami, betapa dahsyatnya cinta yang Kau berikan

Dan teringatlah akan sebuah sabda Nabi Muhammad Sholallahu Alaihiwassalam.

 

“Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.”(HR. Bukhari dan Muslim)

 

Dengan itu, Kau gerakkan hati yang kian lusuh tak tersentuh, dengan kelimpahan syukur dan semangat memberi. Hingga barulah kami sadari, hati kami tlah terpaut cinta untuk berbagi. Menjadikan peluh sebagai tanda syukur kami, tuk merasakan harunya tangisan bahagia atas pengorbanan yang kami jalani. Dan memberikan motivasi untuk tetap menjadi yang terbaik dalam hidup ini.

 

“ Karna nikmatnya hidup adalah selalu disyukuri. .

Dan Indahnya hidup bila bisa berbagi..”

 

– Laskar Sedekah Jakarta –

 

(NM)