Senja…
Ketika semua orang bersenang-senang, bahagia diluar sana, ingatlah tak semua orang meraih itu semua.
Pagi itu (7/8) kami Pasukan Laskar Sedekah Surakarta berjalan satu dua langkah menyusuri sebuah desa di ujung Wonogiri. Desa tersebut bernama Pracimantoro. Sebuah desa terpencil yang masih asri dengan jalannya yang berkelok-kelok. Di desa tersebut terdapat 7 dusun, diantaranya Bendungsari, Jimbar, Josari, Trukan, Koban, Nailan, dan Pulosari.

Kami mengunjungi satu persatu rumah disana. Ada yang bagus, luas, dua lantai, ada juga sederhana indah, luas pula. Dan tatapan kita menuju pada rumah-rumah yang sederhana, atap genting biasa dan alas pun belum dikeramik apalagi disemen, masih berbentuk tanah liat asli. Yang tinggal disana kebanyakan sudah lansia, kalo ga kakek ya nenek, tapi banyak juga keluarga yang masih lengkap.

Kami menyalurkan amanah dari Donatur berupa paket sembako sebanyak 65. Paket tersebut kami wujudkan dalam bentuk beras, minyak, sabun, gula, teh, susu, dan barang sembako lainnya.
Selain itu, kami juga menyerahkan Al-Qur’an di 5 Masjid diantaranya, Masjid An-Nur Dusun Koban, Masjid Al-Huda dan Al-Fatehah Dusun Jimbar, Masjid Al-Hidayah dan Masjid Al-Mubarok Dusun Josari sebanyak 20 mushaf.

Pasukan Laskar Sedekah juga menyalurkan amanah berupa 7 Paket Pendidikan kepada anak Yatim/Piatu yang berisi tas sekolah, alat tulis, meja belajar dan keperluan lainnya.
Kami juga membagikan pakaian baru dan layak pakai dan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga.

Banyak pesan dan kesan yang disampaikan oleh warga, ada yang ekspresinya biasa saja, ada yang terkejut dan banyak juga yang menangis terharu. Banyak do’a yang terpanjatkan dari penerima diantaranya, mudah-mudahan berkah, rezeki lancar, umurnya bermanfaat buat sesama, jadi orang besar, sekolahnya lancar, dapet jodoh yang baik sholeh dan sholehah, dan banyak lagi.

Salah satu hal menarik dari daerah ujung Wonogiri tersebut adalah kami dikejutkan dan sempet meneteskan air mata di kala melihat seorang nenek yang terbaring di kebun, pikir kami kenapa dengan beliau, ternyata memang aktivitas beliau setiap harinya begitu. Sebut saja si Fulan, beliau tidak mempunyai suami dan anak dan hanya hidup berdua bersama saudara perempuan. Walau ada yang bilang beliau sudah lupa ingatan, tapi sempat bercakap-cakap dengan kita dan masih inget siapa nama dan usia.

Di zaman modern sekarang masih banyak sekali Orang Tua yang masih gigih mencari nafkah, dan kebanyakan beliau-beliau ini berprofesi sebagai petani. Mungkin hidup beliau tak seberuntung hidup kita, yang dengan mudah akses kesana kesini dengan cepat, ingin ini itu mudah didapat. Masih kurang apakah hidup kita, dan sering kita menyia-nyiakan kesempatan yang indah itu.

Bersyukurlah wahai kawan masih diberi nikmat hidup dan tidak tahu sampai kapan kita akan menikmati indahnya hidup ini. Tak lupa terimakasih kepada Bapak Kades setempat beserta Ibu yang udah baik hati menerima kehadiran kami, dan tak lupa rekan-rekan Laskar Sedekeh Surakarta yang sudah ikut meramaikan, mensukseskan dan berpartisipasi dalam acara tersebut.

Tetaplah istiqomah dijalan ini. Walau rintangan, halangan sering menerjang.

Salam Ukhuwah

Laskar Sedekah Surakarta