Bahwa menjamin kebutuhan saudara adalah lebih dicintai daripada iktikaf sebulan penuh (HR Thabrani). Sabtu (9/5) itu, kami bergerak menuju Dusun Perengdawe, Balecatur, Gamping, Sleman. Memaknai perjalanan hidup dan merasakan getir perjuangan. Kepada enam target sedekah kami sampaikan masing-masing Rp500.000,- sekedar membantunya menyambung hidup.

  1. Harmi (82)

Janda sepuh yang berjuang mempertahankan hidup sendirian di tengah ganasnya zaman. Berjualan di pasar pernah dilakoninya cukup lama hingga pada akhirnya tangannya tak lagi kuat, beliau memilih di rumah serabutan.

  1. Semi (78)

Tinggal sendiri bersama status jandanya. Kakinya sakit tak bisa berjalan sehingga membuatnya tak mampu bekerja.

  1. Waginah (78)

Seorang janda yang tinggal bersama anaknya yang menjanda, juga satu cucunya masih bersekolah. Anak perempuan sebagai tulang punggung terpaksa berhenti bekerja disebabkan pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

  1. Wakil (80)

Mata simbah buta dan menjanda sudah lama. Tinggal bersama anak dan menantunya yang membuka jasa tambal ban.

  1. Ponco (79)

Di usia senjanya beliau menjanda, kakinya bengkak sebab penyakit kaki gajah, juga lehernya membesar karena gondok yang bersarang sudah cukup lama. Tinggal bersama anaknya yang berjualan basreng.

  1. Bapak Lenjer (62)

Hidup sendiri di sepetak rumah, beliau mengalami sedikit keterbelakangan mental. Sehari-hari beliau pergi menggarap sawah milik tetangganya.

Terkadang, hidup terasa indah jika tidak dikeluhkan. Semoga hati kita senantiasa tergerak, tangan tak henti terulur untuk saling membantu. Terimakasih kepada para dermawan dan pasukan kebaikan.

#laskarsedekah #sedekah #sedekahonline #eksekusisedekah