Jiwa yang besar..itu yang tergambar untuk seorang Ibu Rugayah (72th) dan Ibu Surip (60th).
Ibu Rugayah sehari-sehari menjajakan gorengan di wilayah sekitar rumahnya, dengan penghasilan tidak tetap…

Walau hidup masih serba kekurangan, rupanya kepeduliannya kepada Ibu Aminah (tetangga sekaligus saudara jauh) tidak berhenti, setiap hari Ibu Rugayah merawat Ibu Aminah (70th) yang telah lama sakit dan hidup sebatang kara. Mulai dari keperluan makan Ibu Aminah, kebersihan tempat tinggal sampai merawat sakitnya, dilakoni oleh Ibu Rugayah dengan telaten.

Disisi lain, Ibu Surip seorang pemulung hidup sebatang kara. Dan tinggal di rumah kayu berukuran 2×3 m. Beliau dengan telaten ikut mengurus seorang nenek yang biasa disapa Mbah Dah (85thn) yang tinggal di bangunan sempit dengan keadaan tidak sehat. Setiap minggu beliau harus ke dokter jantung untuk kontrol. Dengan keadaan yang kurang, otomatis hidupnya hanya mengandalkan bantuan orang.

Alangkah mulianya hati mereka…
Dan di tanggal 10 Februari 2016, bantuan dari donatur LS diberikan kepada mereka masing-masing sebesar Rp.500 ribu, dan paket sembako untuk Mbah Dah dan Ibu Surip.
Di tempat yang terpisah, di wilayah Ambarawa Semarang. Adek Rindang (13th) yang telah lama mengalami kelumpuhan kaki dan tangannya sangat membutuhkan kursi roda. Ayahnya telah meninggal. Sedangkan sang Ibu hanya bekerja serabutan..
Alhamdulillah atas bantuan donatur, LS memberikan bantuan kepada adek rindang berupa kursi roda senilai Rp 1,2 juta.
LS Semarang: Salam ACTION !!!