Kisah Inspiratif Seorang kakek TunaWisma yang Hidup Sebatang Kara sampai Akhir Hayatnya
Assalamu’Alaikum wr.wb
Pagi itu mendung sudah menyelimuti langit kota semarang seakan langit sedang berduka, handphone salah seorang dari pasukan Laskar Sedekah pun berbunyi, ada suara wanita muda di sebrang sana bernama Mbak santi, wanita ini melaporkan bahwa dia menemukan seorang kakek tua tergeletak lemas di bawah jembatan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan dan terdapat tumor di bawah telinganya. Mendengar kabar itu tentu saja pasukan laskar sedekah langsung segera menjemput target, benar saja target sudah dalam kondisi lemah tidak berdaya, dengan nafas yang tersenggal senggal bahkan tubuhnya tinggal tulang berbalut kulit ? ,menurut informasi yang kami dapat target bernama Pak Jasmani beliau berasal dari pemalang namun sayangnya tidak ada indentitas jelas mengenai keberadaan keluarga beliau.
Dengan menggunakan mobil Ambulance Pasukan Laskar Sedekahpun langsung membawa pak Jasmani ke Dinsos untuk penampungan sementara. Namun mbak santi dan suaminya berat rasanya meninggalkan Pak Jasmani kesakitan seorang diri di penampungan, ingin rasanya mereka berdua selalu menemani dan merawat orang yang baru di kenalnya itu.
Sedih bercampur haru kami melihat adegan didepan kami ini, tak terasa air mata kamipun menetes menyadari bahwa belum banyak yang bisa kami lakukan untuk orang lain , namun mbak santi dan suaminya ini mengajari kami satu hal tentang “Kasih Sayang”
Beberapa hari setelah itu, kami pun menjemput mbak santi beserta suaminya dan pak jasmani kembali untuk di bawa ke RSUD TuguRejo guna pemeriksaan lebih lanjut mengenai penyakit yang diderita pak Jasmani. Dan di hari itu juga pak jasmani mendapatkan biopsi terhadap tumor dari Rumah sakit setempat sehingga beliau bisa rawat jalan, Namun kali ini mbak santi menginginkan agar pak jasmani dirawat di rumah kontrakannya sendiri, Sungguh betapa sayangnya mbak santi ini terhadap sosok lelaki tua yang baru dikenalnya itu, ingin sekali mbak santi merawat, menyayangi pak jasmani seperti ayahnya sendiri, Masya Allah
Namun tak banyak orang bisa menerima kehadiran pak jasmani di tengah-tengah mereka, sehingga mbak santi dan suaminya pun harus pindah mencari kontrakan di tempat lain, “ Astaghfirullah”, Apa salah mbak santi dan suaminya Ya Allah?bukankah mereka berdua orang baik, menangis rasanya kami mendengar kabar bahwa mbak santi dan keluarganya harus cari tempat tinggal lain.

Namun mungkin inilah ujian dari Allah buat keluarga mbak santi agar senantiasa bersabar.
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian.” (Muhammad:31)
Di minggu ke empat bulan maret 2016 kemarin Pasukan laskar Sedekah kembali menjenguk Pak Jasmani untuk menyampaikan Amanah Rutin yang sudah berada di tangan kami, namun kali ini pak Jasmani berada di RSUD Tugu Rejo untuk menjalani Kemotherapy, Kondisi beliau masih tetap sama terkulai lemah tak berdaya.
Dari hasil observasi tim dokter ternyata Pak Jasmani menderita kanker ganas, maka dari itu tim dokter berencana mengangkat kanker yang diderita Pak Jasmani itu
Namun ternyata Allah punya rencana lain untuk Pak Jasmani, hingga pada pagi itu tanggal 29 Maret 2016 setelah sholat subuh kabar itu pun sampai juga di telinga kami.
“Innalillahi Wa Inna ilaihi Roji’un”
Usai sudah derita yang engkau rasakan selama ini, kini tak akan ada lagi rasa kesakitan itu, tak akan ada lagi rasa lapar yang seringnya engkau tahan sepanjang hari, dan tak akan pernah ada lagi kesepian yang selalu menyelimuti hari-harimu sebab Allah lebih sayang padamu.
Selamat Jalan Pak Jasmani, engkau adalah milik Allah dan kini telah kembali pada pemilikNya..
Semoga tenang disisiNya, Doa kami selalu menyertai perjalananmu..
Terima kasih untuk para donatur Laskar Sedekah yang sudah ikut berjuang membantu kesembuhan Pak Jasmani, terima kasih untuk Pemerintah dalam hal ini melalui Dinas Sosial yang juga ikut berperan dalam menanggung biaya Rumah Sakit. Dan terima Kasih juga untuk seorang wanita yang sangat Luar Biasa penuh kasih sayang“Mbak Santi” beserta suami yang selalu setia merawat pak jasmani hingga akhir hayatnya, semoga perjuangan kita untuk pak jasmani di bayar dengan berlipat-lipat Kebaikan dari Allah SWT.
Sampai ketemu di cerita inspiratif berikutnya
Wassalamu’alaikum wr.wb