Bersyukurlah kita yang diberi kesempurnaan fisik, tanpa cacat sedikitpun. Namun kadang, semangat dan kesabaran kita terkalahkan oleh mereka yang tidak sempurna.
Tengok saja, Ibu Alfiyah…
Sedari kecil beliau seorang tunawicara. Karena keadaan demikian, beliau hidup seorang diri tanpa pendamping.
Tapi Ibu Alfiyah tetap bersyukur, karena hidupnya tidak sepi lantaran masih ditemani oleh adik kandung dan adik ipar serta seorang ponakan dari mereka.
Beliau juga tetap semangat dengan menghidupi dirinya berjualan kelontong dan sebagai buruh cuci. Sedangkan adiknya berprofesi sebagai tukang bengkel las dan iparnya sebagai cleaning service.
Bertiga bergotong royong mengontrak rumah sangat sederhana di wilayah Wonosari Ngaliyan untuk bisa ditinggali bersama. Alangkah sederhana ya, kebahagiaan mereka….
Dan karena kesabaran beliaulah yang menghantarkan para pedekar LS untuk memberikan bantuan kepada Ibu Alfiyah, 30 Desember 2015 berupa paket sembako dan uang tunai senilai Rp 200 ribu.
Tidak ada kata yang terucap selain rasa syukur yang bertambah diiringi ucapan terima kasih kepada para pendekar yang telah menitipkan amanah hartanya lewat Laskar Sedekah kepada Ibu Alfiyah…
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (TQS. Al-Zumar [39]: 10)
LS Semarang: Salam ACTION !!!
