Jika ada yang bertanya tentang arti “kesetiaan”, tengoklah pada Mbah Karso.
Bukan hanya setia tidak menikah lagi setelah ditinggal istri menghadap Illahi, namun juga setia memegang janji yang pernah di ikrarkan saat sang istri masih hidup.
“Siapapun yg meninggal duluan, jangan tinggalkan warung itu”..
Yaa..bekas warung itulah Mbah Karso (86th) menghabiskan kesehariaannya seorang diri. Jika harus mandi dan memenuhi hajat lainnya, Ia harus pergi ke masjid atau pos di dekat rumah.
Karena usia, Mbah Karso sudah tidak bekerja dan jika ingin makan, beliau harus menunggu kiriman dari tetangga yang iba melihat keadaannya, atau dengan mencari sayur yg ditanam di dekat rumahnya, di Ngesrep Timur Tembalang.
Sebenarnya beliau mempunyai lima orang anak yang kesemuanya telah menikah dan hidup berjauhan dari Mbah Karso, namun perekonomian keluarga anak-anaknya pun kurang beruntung.
Dan setelah mendapat informasi yang cukup, Jumat 8 Januari 2016 bantuan diberikan berupa paket sembako dan uang tunai Rp 300 ribu kepada Mbah Karso, yang disambut suka cita oleh beliau dan doa pun terpanjat untuk donatur Laskar Sedekah.
وَأَوۡفُواْ بِٱلۡعَهۡدِۖ إِنَّ ٱلۡعَهۡدَ كَانَ مَسُۡٔولٗا
“Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra’: 34)
LS Semarang: Salam ACTION !!!