Semburat mentari membiaskan pemandangan yang tak lagi asing bagi kita. Langkah-langkah kaki yang menapaki jalan kebaikan terjejak abadi. Sabtu (20/6) ini, langkah kami terhenti di beberapa kediaman:

  1. Bapak Wiyono

Beliau memiliki bayi seusia lima bulan yang harus bolak balik rumah sakit untuk berobat. Bayi mungil itu menderita hyperinsulinemia/hypoglycemia sehingga selang infus harus selalu terpasang di tubuhnya. Biaya yang dibutuhkan dalam sehari untuk obatnya tak sedikit. Maka, kami sampaikan Rp1.000.000,- agar sedikit mengurangi beban biayanya.

  1. Bapak Jono

Tiga keluarga tinggal di dalam sepetak rumah kecil untuk berteduh dan saling bercengkerama. Tanpa listrik, malam harinya tak bisa merasakan cahaya lampu. Kami sampaikan Rp2.250.000,- yang sebagiannya telah kami alokasikan untuk akses listrik ke dalam rumahnya.

  1. Mbah Mardi Utomo

Lagi-lagi simbah sepuh ini tinggal sendiri di sepetak rumah gedheg(anyaman bambu)-nya. Masih sehat, kami datang ketika beliau sedang memasak untuk makan hari itu. Kami sampaikan sedekah Rp1.000.000,- agar dimanfaatkan untuk keberlangsungan hidupnya.

Selain itu, kami juga sampaikan dua paket sembako kepada masing-masing target eksekusi sedekah untuk mengepulkan asap di dapur mereka. Kami juga sampaikan dua paket sembako kepada Mbah Zainab yang tak lama sedang berduka kehilangan cucu kecilnya.

Perjalanan kami belum usai, begitu pula iringan doa tak pernah selesai kami panjatkan kepada para donatur, pasukan, dan semua dermawan agar selalu berlimpahan rezeki dan rahmat dari Allah. Aamiin…

#laskarsedekah #sedekah #sedekahonline #eksekusisedekah