SEJARAH TERBENTUKNYA LASKAR SEDEKAH BALIKPAPAN

Laskar Sedekah (LS) adalah Komunitas Sosial Independen yang cinta dan peduli terhadap mereka yang membutuhkan. Komunitas ini berawal dari kota Yogyakarta dan alhamdulillah telah berkembang di beberapa kota yang tersebar di Indonesia.

Kota Balikpapan menjadi awal dari perkembangan tersebut karena kota beriman inilah yang menjadi chapter pertama dari Laskar Sedekah Yogyakarta.

Kami, Laskar Sedekah Balikpapan (LSB) terbentuk pada tanggal 19 April 2013, diprakarsai oleh 6 (enam) orang pionir.

BaseCamp LSB (kami biasa menyebutnya Markas Laskar Sedekah Balikpapan) berada di seberang Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.

 

 

logo LSB

 

Bagaimana Kisah Berdirinya Laskar Sedekah Di Kota Balikpapan?

Risma Astuti, bendahara LSB menceritakan, “Jadi gini, sekitar akhir Maret 2013 2 orang pionir LSB ngadain seminar UAN, terus disitu ada Kang Ma’ruf dari LS Jogja memperkenalkan apa itu Laskar Sedekah. Setelah berdiskusi bersama dengan Kang Ma’ruf maka sepakatlah untuk buat LS di Balikpapan.”

Wanita satu-satunya dalam formasi awal LSB ini menceritakan kisah terbentuknya LSB dengan semangat.

“Setelah event itu selesai, kami ketemuan di markas untuk pembentukan pengurus yang terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara”, ujar Risma.

‘Mbok’, sapaan khusus kami kepada Risma Astuti pun menceritakan caranya mengajak kawan-kawannya gabung menjadi pasukan LSB.

“Kemudian setelah terbentuk itu, mulai deh merekrut kawan-kawan terdekat dulu buat gabung, kalo aku langsung publish di wechat pada saat itu promo kaos LS, kalo mo gabung dapat kaos sama IDcard”, tambahnya.

Tepat pada tanggal 19 April 2013 kepengurusan Laskar Sedekah Balikpapan terbentuk dengan Muhammad Fadlan S. Kom ( kami biasa menyebutnya Kang Adent) sebagai ketuanya.

pertemuan pertama LSB

Kak Adent mengatakan, “Aku masih bingung soalnya ga ada yang mau jadi ketua haha” ujarnya sambil tertawa.

“Ternyata jadi ketua itu Allah yang pilih”, kata Kak Adent kemudian.

Perjuangan di LS itu tidak biasa, Muh. Fadlan yang berdomisili jauh di desa yang jarak tempuhnya sekitar 1 jam perjalanan dengan sepeda motor hampir setiap hari ia jalani untuk berkumpul dan sharing kegiatan dengan pasukan yang kebanyakan tinggal di Kota Balikpapan.

“Hampir setiap malam ane pulang larut malam tapi semuanya terasa biasa karna apa yang kita lakukan semua untuk membahagiakan orang lain” ujarnya bersemangat.

“Pasukan LS sudah menjadi layaknya saudara sendiri bahkan orang-orang tua kita sudah saling mengenal, alhamdulillah indahnya hidup ini”, tambahnya kemudian.

Di sebuah rumah sederhana yang menjadi saksi bisu lahirnya Komunitas LSB. Amirudin atau biasa kami sapa Daeng Amir, adalah pemilik Markas LSB yang mengikhlaskan rumahnya sebagai tempat berkumpul kami para pasukan laskar. Melihat semakin bertambahnya pasukan dan rumah Daeng Amir mulai tidak muat menampung kami, Beliau memiliki niat untuk membangun lantai dua rumahnya.

Beliau berkata, “Saya berdoa jika ada rezeki saya akan bangun lantai atas, saya rela berbuat, rela berhutang demi untuk Laskar Sedekah.”

“Alhamdulillah sekarang markas di lantai atas sudah bisa dipakai, dan hutang untuk membangun markas sudah lunas hehe,” tambah Daeng Amir dengan tersenyum.

markas LSB

Pada tanggal 9 Mei 2013, sebulan setelah terbentuknya kepengurusan LSB, kami menerima info bahwa ada kebakaran di Pondok Pesantren Nurul Khairat, dan disitulah kami memutuskan untuk ‘action’. Eksekusi perdana kami sampaikan kepada korban kebakaran 19 Mei 2013, berupa 30 sak semen dan 2 rit pasir.

eksekusi pertama LSB

Banyak cerita unik di LSB. Mbok, dulu sering dilarang orang tuanya untuk keluar rumah, karena kondisi kesehatannya yang kurang stabil. Tapi akhirnya orang tua Mbok percaya semua yang anaknya lakukan untuk ummat, karena yang merubah hati kita semua adalah Allah.

Dari bulan April hingga 5 bulan berikutnya, LSB dalam proses menghadapi ujian-ujian keistiqomahan, persaudaraan dan kejujuran. Sampai pada akhirnya alhamdulillah Laskar Sedekah Balikpapan bisa launching pada tanggal 10 November 2013.

launching LSB

Ketua LSB, Muh. Fadlan menjelaskan, “Laskar Sedekah mempunyai orang-orang pilihan karena tidak semuanya bisa bertahan di komunitas ini, kalo bukan dari niat yang baik dan hati yang ikhlas mereka akan tersingkir dengan sendirinya, fakta Laskar Sedekah Balikpapan”, tegasnya.

“Menjadi Pasukan LS itu adalah ujian buat kita. Dimana disaat kita tidak memiliki uang tapi masih bisa mengantarkan uang sedekah dari para pendekar untuk disampaikan ke mereka yang membutuhkan, uang yang kita pegang memang bukan ratusan juta tapi jika 1000 rupiah itu kita tidak sampaikan maka laskar sedekah tidak bisa sebesar seperti sekarang, karena LS bisa ada sampai hari ini itu disebabkan pasukan masih amanah dan bertanggungjawab”, tambahnya kemudian.

– – – – –

Terimakasih sebanyak-banyaknya kepada para Pendekar Sedekah dan para Pasukan Laskar Sedekah semuanya, berkat doa dansupport kalianlah LSB ada sampai sekarang.

Keep Istiqomah dan Jangan Berhenti Menjadi Orang Baik.

(F)